Kamis, 01 Agustus 2013
Rabu, 31 Juli 2013
Selasa, 30 Juli 2013
Senin, 29 Juli 2013
Asal Mula Pahala Ibadah 1000 Bulan Lailatul Qadar
ASAL MULA PAHALA IBADAH 1000
BULAN LAILATUL QADAR
Syam'un Al-Ghazi adalah seorang yang ahli ibadah, dimana selama 1000 bulan tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa. Namun pada suatu saat, ia justru dikhianati istrinya sendiri dan pada akhirnya istrinya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Akan tetapi, apa yang terjadi...
Ternyata dibalik keistimewaannya itu justru Syam'un mempunyai istri yang kurang baikk. Akibatnya si istri tersebut diperdaya oleh kaum kafir Quraisy untuk membunuh suaminya sendiri. Pada awalnya sih si istri menolak dengan mentah-mentah ajakan kafir quraisy, namun karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu.
Kafir Quraisy berkata,
"Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur, nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya."
Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada kaum kafir quraisy bahwa dia belm berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatu dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya.
"Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya.
Kemudian Syam'un segera memotong tali tersebut lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu.
Namun, sestelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam'um siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur.
"Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya.
"Wahai istriku, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang mempu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini," jelas Syam'un.
Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan konon panjangnya digambarkan bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri.
Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat pula kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam'un bertanya,
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku, untuk mengujinmu," jawab istrinya yang mulai keyakutan.
Setelah itu Syam'un berusaha dengan seganat tenaga untuk melepaskan ikatan itu, namun dai tidak berdaya untuk memotongnya.
Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir quraisy tentang hal ini. Mereka datang dan membawa Syam'un ke tempat pembantaian. Ia diikat pada tiang, dan mulailah mereka menganiaya Syam'un.
Astaghfirullah...
Astaghfirullah sungguh biadab orang kafir quraisy.
Kedua telinga beliau ra dipotong-potong, selanjutnya juga mata dicukil, bibir, tangan dan kakinya.
Waliyullah yang satu ini tidak nampak kekesalan, bahwa wajahnya berseir-seri meski anggota tubuhnya dipotong-potong oleh orang-orang kafir quraisy.
Bukan itu saja, rumah yang dijadikan tempat pembantaian itu jug aturut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir quraisy dan semuanya mati. Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan atap rumah.
Begitulah sahabat, sekuat apapun seseorang, hanya Allah SWT sajalah yang tetap Terkuat sejagat raya.
Itulah Sahabat, kisah yang dikisahkan sendiri oleh Rasulullah SAW lewat sahabatnya kepada sahabat-sahabatnya.
"Ya Rasulullah...tahukah pahala yang telah dicapai oleh Syam'un?" tanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Tidak," jawab Rasulullah SAW.
Lalu Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr.
"Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril.
Surat Al-Qadr ayat 1-5:
Allah SWT berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥
Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[a].
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
Penjelasan ayat:
[a] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi.
Subhanallah...
Kisah Asal Mula Pahala Ibadah 1000 Bulan Lailatul Qadar
Syam'un ini seorang muslim yang sangat disegani oleh kaum kafir Quraisy. Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malan dan siangnya berpuasa.Akan tetapi, apa yang terjadi...
Ternyata dibalik keistimewaannya itu justru Syam'un mempunyai istri yang kurang baikk. Akibatnya si istri tersebut diperdaya oleh kaum kafir Quraisy untuk membunuh suaminya sendiri. Pada awalnya sih si istri menolak dengan mentah-mentah ajakan kafir quraisy, namun karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu.
Kafir Quraisy berkata,
"Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur, nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya."
Pada Hari Pertama
Pada hari pertama, istri Syam'un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam. Lama waktunya itu sehingga membuat istri Syam'un tak kuasa menahan kantuk yang amat sangat. Memang Syam'un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya hanya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada kaum kafir quraisy bahwa dia belm berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.
Pada Hari Kedua
Istri Syam'un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat. Tatkala Syam'un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT, ia terkejut karena kedua kakinya terikat."Wahai istriku, siapakah yang mengikatu dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya.
"Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya.
Kemudian Syam'un segera memotong tali tersebut lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu.
Namun, sestelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam'um siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya.
Pada Hari Ketiga
Istri Syam'un di hari ketiga itu berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai yang diberikan oleh orang-orang kafir quraisy."Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur.
"Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya.
Rahasia Kekuatan Syam'un
Lalu Syam'un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya. Akhirnya Syam'un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang wali dari sekian banyak WALIYULLAH yang hidup di dunia ini."Wahai istriku, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang mempu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini," jelas Syam'un.
Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan konon panjangnya digambarkan bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri.
Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat pula kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam'un bertanya,
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku, untuk mengujinmu," jawab istrinya yang mulai keyakutan.
Setelah itu Syam'un berusaha dengan seganat tenaga untuk melepaskan ikatan itu, namun dai tidak berdaya untuk memotongnya.
Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir quraisy tentang hal ini. Mereka datang dan membawa Syam'un ke tempat pembantaian. Ia diikat pada tiang, dan mulailah mereka menganiaya Syam'un.
Astaghfirullah...
Astaghfirullah sungguh biadab orang kafir quraisy.
Kedua telinga beliau ra dipotong-potong, selanjutnya juga mata dicukil, bibir, tangan dan kakinya.
Waliyullah yang satu ini tidak nampak kekesalan, bahwa wajahnya berseir-seri meski anggota tubuhnya dipotong-potong oleh orang-orang kafir quraisy.
Pertolongan Allah SWT Datang
Akhirnya pertolongan Allah SWT pun datang juga. Allah SWT memberi kekuatan kepada Syam'un yang kekuatannya tidak bisa dibayangkan dan melebihi kekuatan dari rambutnya sendiri. Syam'un hanya beringsut sedikit saja, putuslah tali rambut itu bahkan tiangnya juga ikut roboh dan hancur kecil-kecil.Bukan itu saja, rumah yang dijadikan tempat pembantaian itu jug aturut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir quraisy dan semuanya mati. Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan atap rumah.
Begitulah sahabat, sekuat apapun seseorang, hanya Allah SWT sajalah yang tetap Terkuat sejagat raya.
Itulah Sahabat, kisah yang dikisahkan sendiri oleh Rasulullah SAW lewat sahabatnya kepada sahabat-sahabatnya.
"Ya Rasulullah...tahukah pahala yang telah dicapai oleh Syam'un?" tanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Tidak," jawab Rasulullah SAW.
Lalu Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr.
"Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril.
Surat Al-Qadr ayat 1-5:
Allah SWT berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥
Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[a].
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
Penjelasan ayat:
[a] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi.
Subhanallah...
Di kutip dari : http://kisahislamiah.blogspot.com
Minggu, 28 Juli 2013
Jumat, 26 Juli 2013
Kamis, 25 Juli 2013
Selasa, 23 Juli 2013
Senin, 22 Juli 2013
Minggu, 21 Juli 2013
Jumat, 19 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Senin, 15 Juli 2013
Minggu, 14 Juli 2013
Sabtu, 13 Juli 2013
CERPEN_Catatan Cerita Ramadhanku_IRFANDY
Catatan Cerita Ramadhanku
IRFANDY
Pada hari pertama
puasa, aku dan kedua kawanku sedang berada di Perpustakaan Sabang, tempat yang
ramah pengunjung, gudangnya ilmu dan memiliki akses jaringan internet untuk
pelajar dan mahasiswa. Saat itu aku sedang membuat sebuah sosial media online
berupa blog atau catatan pengalaman edisi Ramadhan. Selesai membuat blog, aku
menyisipkan sebuah kata-kata mutiara yang bernilai dakwah dan memotivasi diri
demi membangun rasa cinta terhadap bulan puasa Ramadhan yang dilalui.
Dalam beberapa
hari ini aku sudah memposting atau menampilkan beberapa kata-kata mutiara itu.
Pada hari pertama puasa salah satunya aku menuliskan “Pada dasarnya seorang
anak itu “remaja atau dewasa” mengikuti pola perilaku orang tuanya tanpa di
sadari, walaupun hanya sedikit.. contoh, di saat sang anak tak menjalani
kewajibannya sebagai seorang muslim, berarti orang tuanya sewaktu seusianya
demikian pula langkahnya. Lantas apa yang harus di lakukan! Setiap orang tua
punya trik tersendiri untuk mendidik para anak-anaknya dan anak pun sadar akan belajar
dari tanggung jawabnya..”
Azan
berkumandang, setelah selesai menampilkan sebagian tulisan di blog dan
berinternet, kami pun bergegas pergi meninggalkan Perpustakaan dan langsung ke
Mesjid untuk melaksanakan ibadah shalat Dhuhur. Usai shalat, kami beristirahat
di mesjid sejenak berbicara mimpi masa depan yang cerah, seperti halnya “aku
ingin jadi guru, lalu naik pangkat, pindah tugas menjadi kepala Dinas
Pendidikan, hehe..,” lalu temanku Alfarabi “nanti kalau udah sukses ajak-ajak
aku ya..
Di
sisi lain temanku Arifin yang berfoto profil model Aceh di sebuah sosial media “aku
rencana mau di masukin kerja di radio Aceh sama seseorang..” serentak kami tertawa bersama, bukan maksud meremehkan tapi memang
suka bercanda ria di saat teman curhat. Selesai curhat, kami bersama-sama
bergegas pergi. Alfarabi dan Arifin pulang dengan pesan.. “kami istirahat
dan rencana nanti sore mau latihan (beladiri)” sedangkan aku pergi ke Taman
Digital “online lagi ni, kalau pulang cepat payah keluar rumah nanti..”
Akhirnya kami
berpisah di jalan dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Sesampai di
Taman Digital suasananya ramai, maklum Wifi gratis dan pelayanan tempatnya memuaskan.
Beberapa menit ku duduk tiba-tiba hujan turun dan membasahkan kami semua yang
sedang asyik-asyiknya online sehingga terpaksa sebagian pengguna internet
pulang dan beberapa orang lagi berteduh di suatu tempat yang kering sedangkan
aku pergi tanpa bersabar mengendarai sepeda motor dalam keadaan basah di guyur
hujan.
Lama
perjalanan, sehingga terfikirkan oleh ku untuk singgah ke tempat teman yang
mana ia seorang pengusaha muda yang baru saja merintis usaha awalnya. Setelah
sampai, rupanya ia sedang merenovasi ruangnya untuk tempat pemotretan. Aku
jenuh melihat mereka membenahi ruangan dan menunggu redanya hujan, lalu ku
putuskan untuk berpamitan kepadanya “bang, saya pergi dulu ya, mau ke TD ni
atau ke pasar cari karet Jam tangan yang putus..”, “Ok lah, hati-hati ya..” balasnya.
Hari mulai
sore, aku pergi lagi mengendarai sepeda motor untuk yang kedua kalinya tapi
kali ini hujannya agak reda. Di jalan aku berfikir melamun, kemana aku harus pergi
dan munculah pemikiran saat itu bahwa aku harus ke pasar untuk memperbaiki jam
tangan terlebih dahulu. Sesampai di pasar, rupanya toko pada tutup semua
sehingga aku memutuskan kembali ke Taman Digital.
Sesampai di
tempat, aku membuka tasku yang berisi laptop lalu mengakses internet untuk
beberapa jam dan merancang kembali pengaturan gambar di blog yang ku punya.
Lamanya bermain hingga waktu pun semakin gelap dan sebentar lagi akan berbuka
puasa. Aku pun pulang, berkumpul bersama keluarga untuk berbuka puasa di rumah.
Selesai menunaikan ibadah puasa di rumah, aku pun melanjutkan kegiatanku untuk
merancang sebuah kertas bergambar di Corel draw berupa tulisan untuk di
tampilkan esok hari.
Waktu
menandakan 19.50 WIB, menjelang Isya dan tarawih. Aku masih saja mengolah
gambar dan aku tak ingin membiarkan hal ini semakin larut dalam keindahan
semata. Aku tinggalkan sekarang, tutup laptop sementara, jalan dengan
bismillah.
Sesampai di
mesjid seperti biasanya, menunaikan ibadah wajib dan sunat di bulan puasa akan
menambah keberkahan, hikmah dan pahala yang besar bagi yang menjalankannya
dengan ikhlas apalagi jikalau kita mencatat segala kebaikan dan berbagi sesama
muslim baik itu sedeqah, ilmu dan nasihat yang bermanfaat untuk umat. Begitulah
seterusnya aku dan teman-teman mencoba membenah diri kearah yang lebih baik dan
tak menutup kemungkinan godaan itu selalu ada menghampiri kami di setiap saat.
Semua itu pasti
akan terbayang dalam ingatan sehingga menjadi sebuah tulisan yang bertuliskan
lewat blog Ceritaramadhanku.blogsot.com tentang berbagi catatan kebaikan
yang di harapkan semua orang agar sadar menuju fitrah dengan senyuman indah
penuh kemuliaan.
Jumat, 12 Juli 2013
Kamis, 11 Juli 2013
Rabu, 10 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)


















