Senin, 29 Juli 2013

Asal Mula Pahala Ibadah 1000 Bulan Lailatul Qadar

ASAL MULA PAHALA IBADAH 1000

BULAN LAILATUL QADAR

Syam'un Al-Ghazi adalah seorang yang ahli ibadah, dimana selama 1000 bulan tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa. Namun pada suatu saat, ia justru dikhianati istrinya sendiri dan pada akhirnya istrinya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Kisah Asal Mula Pahala Ibadah 1000 Bulan Lailatul Qadar

Syam'un ini seorang muslim yang sangat disegani oleh kaum kafir Quraisy. Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malan dan siangnya berpuasa.

Akan tetapi, apa yang terjadi...
Ternyata dibalik keistimewaannya itu justru Syam'un mempunyai istri yang kurang baikk. Akibatnya si istri tersebut diperdaya oleh kaum kafir Quraisy untuk membunuh suaminya sendiri. Pada awalnya sih si istri menolak dengan mentah-mentah ajakan kafir quraisy, namun karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu.

Kafir Quraisy berkata,
"Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur, nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya."

Pada Hari Pertama

Pada hari pertama, istri Syam'un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam. Lama waktunya itu sehingga membuat istri Syam'un tak kuasa menahan kantuk yang amat sangat. Memang Syam'un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya hanya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada kaum kafir quraisy bahwa dia belm berhasil mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.

Pada Hari Kedua

Istri Syam'un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat. Tatkala Syam'un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT, ia terkejut karena kedua kakinya terikat.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatu dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya.
"Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya.

Kemudian Syam'un segera memotong tali tersebut lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu.
Namun, sestelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan istri Syam'um siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya.


Pada Hari Ketiga

Istri Syam'un di hari ketiga itu berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai yang diberikan oleh orang-orang kafir quraisy.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur.
"Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya.

Rahasia Kekuatan Syam'un

Lalu Syam'un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya. Akhirnya Syam'un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang wali dari sekian banyak WALIYULLAH yang hidup di dunia ini.

"Wahai istriku, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang mempu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini," jelas Syam'un.
Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan konon panjangnya digambarkan bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri.

Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat pula kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam'un bertanya,
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku, untuk mengujinmu," jawab istrinya yang mulai keyakutan.

Setelah itu Syam'un berusaha dengan seganat tenaga untuk melepaskan ikatan itu, namun dai tidak berdaya untuk memotongnya.
Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir quraisy tentang hal ini. Mereka datang dan membawa Syam'un ke tempat pembantaian. Ia diikat pada tiang, dan mulailah mereka menganiaya Syam'un.
Astaghfirullah...

Astaghfirullah sungguh biadab orang kafir quraisy.
Kedua telinga beliau ra dipotong-potong, selanjutnya juga mata dicukil, bibir, tangan dan kakinya.
Waliyullah yang satu ini tidak nampak kekesalan, bahwa wajahnya berseir-seri meski anggota tubuhnya dipotong-potong oleh orang-orang kafir quraisy.

Pertolongan Allah SWT Datang

Akhirnya pertolongan Allah SWT pun datang juga. Allah SWT memberi kekuatan kepada Syam'un yang kekuatannya tidak bisa dibayangkan dan melebihi kekuatan dari rambutnya sendiri. Syam'un hanya beringsut sedikit saja, putuslah tali rambut itu bahkan tiangnya juga ikut roboh dan hancur kecil-kecil.
Bukan itu saja, rumah yang dijadikan tempat pembantaian itu jug aturut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir quraisy dan semuanya mati. Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan atap rumah.

Begitulah sahabat, sekuat apapun seseorang, hanya Allah SWT sajalah yang tetap Terkuat sejagat raya.
Itulah Sahabat, kisah yang dikisahkan sendiri oleh Rasulullah SAW lewat sahabatnya kepada sahabat-sahabatnya.

"Ya Rasulullah...tahukah pahala yang telah dicapai oleh Syam'un?" tanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Tidak," jawab Rasulullah SAW.

Lalu Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr.
"Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril.

Surat Al-Qadr ayat 1-5:
Allah SWT berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥

Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[a].
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

Penjelasan ayat:
[a] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi.
Subhanallah...






Di kutip dari : http://kisahislamiah.blogspot.com

Keimanan dan Keikhlasan


Sabtu, 13 Juli 2013

CERPEN_Catatan Cerita Ramadhanku_IRFANDY

Catatan Cerita Ramadhanku
IRFANDY
Pada hari pertama puasa, aku dan kedua kawanku sedang berada di Perpustakaan Sabang, tempat yang ramah pengunjung, gudangnya ilmu dan memiliki akses jaringan internet untuk pelajar dan mahasiswa. Saat itu aku sedang membuat sebuah sosial media online berupa blog atau catatan pengalaman edisi Ramadhan. Selesai membuat blog, aku menyisipkan sebuah kata-kata mutiara yang bernilai dakwah dan memotivasi diri demi membangun rasa cinta terhadap bulan puasa Ramadhan yang dilalui.
Dalam beberapa hari ini aku sudah memposting atau menampilkan beberapa kata-kata mutiara itu. Pada hari pertama puasa salah satunya aku menuliskan “Pada dasarnya seorang anak itu “remaja atau dewasa” mengikuti pola perilaku orang tuanya tanpa di sadari, walaupun hanya sedikit.. contoh, di saat sang anak tak menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim, berarti orang tuanya sewaktu seusianya demikian pula langkahnya. Lantas apa yang harus di lakukan! Setiap orang tua punya trik tersendiri untuk mendidik para anak-anaknya dan anak pun sadar akan belajar dari tanggung jawabnya..”
Azan berkumandang, setelah selesai menampilkan sebagian tulisan di blog dan berinternet, kami pun bergegas pergi meninggalkan Perpustakaan dan langsung ke Mesjid untuk melaksanakan ibadah shalat Dhuhur. Usai shalat, kami beristirahat di mesjid sejenak berbicara mimpi masa depan yang cerah, seperti halnya “aku ingin jadi guru, lalu naik pangkat, pindah tugas menjadi kepala Dinas Pendidikan, hehe..,” lalu temanku Alfarabi “nanti kalau udah sukses ajak-ajak aku ya..
 Di sisi lain temanku Arifin yang berfoto profil model Aceh di sebuah sosial media “aku rencana mau di masukin kerja di radio Aceh sama seseorang..” serentak kami  tertawa bersama, bukan maksud meremehkan tapi memang suka bercanda ria di saat teman curhat. Selesai curhat, kami bersama-sama bergegas pergi. Alfarabi dan Arifin pulang dengan pesan.. “kami istirahat dan rencana nanti sore mau latihan (beladiri)” sedangkan aku pergi ke Taman Digital “online lagi ni, kalau pulang cepat payah keluar rumah nanti..”
Akhirnya kami berpisah di jalan dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Sesampai di Taman Digital suasananya ramai, maklum Wifi gratis dan pelayanan tempatnya memuaskan. Beberapa menit ku duduk tiba-tiba hujan turun dan membasahkan kami semua yang sedang asyik-asyiknya online sehingga terpaksa sebagian pengguna internet pulang dan beberapa orang lagi berteduh di suatu tempat yang kering sedangkan aku pergi tanpa bersabar mengendarai sepeda motor dalam keadaan basah di guyur hujan.
Lama perjalanan, sehingga terfikirkan oleh ku untuk singgah ke tempat teman yang mana ia seorang pengusaha muda yang baru saja merintis usaha awalnya. Setelah sampai, rupanya ia sedang merenovasi ruangnya untuk tempat pemotretan. Aku jenuh melihat mereka membenahi ruangan dan menunggu redanya hujan, lalu ku putuskan untuk berpamitan kepadanya “bang, saya pergi dulu ya, mau ke TD ni atau ke pasar cari karet Jam tangan yang putus..”, “Ok lah, hati-hati ya..” balasnya.
Hari mulai sore, aku pergi lagi mengendarai sepeda motor untuk yang kedua kalinya tapi kali ini hujannya agak reda. Di jalan aku berfikir melamun, kemana aku harus pergi dan munculah pemikiran saat itu bahwa aku harus ke pasar untuk memperbaiki jam tangan terlebih dahulu. Sesampai di pasar, rupanya toko pada tutup semua sehingga aku memutuskan kembali ke Taman Digital.
Sesampai di tempat, aku membuka tasku yang berisi laptop lalu mengakses internet untuk beberapa jam dan merancang kembali pengaturan gambar di blog yang ku punya. Lamanya bermain hingga waktu pun semakin gelap dan sebentar lagi akan berbuka puasa. Aku pun pulang, berkumpul bersama keluarga untuk berbuka puasa di rumah. Selesai menunaikan ibadah puasa di rumah, aku pun melanjutkan kegiatanku untuk merancang sebuah kertas bergambar di Corel draw berupa tulisan untuk di tampilkan esok hari.
Waktu menandakan 19.50 WIB, menjelang Isya dan tarawih. Aku masih saja mengolah gambar dan aku tak ingin membiarkan hal ini semakin larut dalam keindahan semata. Aku tinggalkan sekarang, tutup laptop sementara, jalan dengan bismillah.
Sesampai di mesjid seperti biasanya, menunaikan ibadah wajib dan sunat di bulan puasa akan menambah keberkahan, hikmah dan pahala yang besar bagi yang menjalankannya dengan ikhlas apalagi jikalau kita mencatat segala kebaikan dan berbagi sesama muslim baik itu sedeqah, ilmu dan nasihat yang bermanfaat untuk umat. Begitulah seterusnya aku dan teman-teman mencoba membenah diri kearah yang lebih baik dan tak menutup kemungkinan godaan itu selalu ada menghampiri kami di setiap saat.

Semua itu pasti akan terbayang dalam ingatan sehingga menjadi sebuah tulisan yang bertuliskan lewat blog Ceritaramadhanku.blogsot.com tentang berbagi catatan kebaikan yang di harapkan semua orang agar sadar menuju fitrah dengan senyuman indah penuh kemuliaan.